Google+ Followers

Tuesday, November 8, 2011

TOR MINAPOLITAN

BISNISPLAN KAWASAN PENUNJANG MINAPOLITAN BERBASIS PERIKANAN TANGKAP

DI KABUPATEN SUKABUMI

1. Latar Belakang


Dalam pelaksanaan pembangunan nasional yang dijalankan di Indonesia, secara lebih sederhana dibedakan dalam bentuk pembangunan sektoral dan pembangunan regional. Pembangunan sektoral merupakan perencanan dan realisasi pembangunan nasional yang dilaksanakan berdasarkan atas kepentingan nasional, sedang pembangunan regional merupakan perencanaan dan realisasi pembangunan yang sesuai dengan skala prioritas pembangunan di tingkat daerah yang berotonomi.

Pada pembangunan regional, pemerintah telah menggariskan suatu kebijakan yang menghendaki agar pembangunan tidak dilaksanakan secara terpusat melainkan diharapkan melalui pembangunan daerah sehingga dapat membangkitkan prakarsa serta partisipasi masyarakat secara luas untuk turut serta dalam mendukung dan menyukseskan pelaksanaan pembangunan sesuai dengan kondisi wilayahnya. Hal ini sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional yang menegaskan bahwa pembangunan daerah diarahkan untuk memacu pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya dalam rangka meningkatkan kesejahteran rakyat, menggalakkan prakarsa dan peran serta aktif masyarakat meningkatkan pendayagunaan potensi daerah secara optimal dan terpadu dalam mengisi otonomi yang nyata, dinamis, serasi dan bertanggungjawab.

Sumber daya kelautan (marine resources) merupakan sumber daya yang memiliki keuntungan komparatif yang penting bagi perekonomian Indonesia dalam perdagangan nasional dan global. Hal ini dikarenakan kekayaan sumber kelautan kita yang luar biasa, baik yang terbarukan maupun yang tidak terbarukan. Selain itu, sumber daya kelautan kita memiliki peluang pasar yang relative prospektif, baik pasar domestik maupun internasional karena ketersediaan dan kualitas yang sangat memadai.

Jawa Barat sebagai salah satu provinsi terdepan di Indonesia, diketahui memiliki sumber daya kelautan yang potensial dengan kelimpahan yang luar biasa, terutama di pesisir dan laut yang belum sepenuhnya mengeksplorasi dan mengeksploitasi sumber daya tersebut untuk kesejahteraan masyarakatnya. Meskipun demikian, strategi pengembangan bisnis kelautan dan perikanan provinsi Jawa Barat telah diarahkan pada empat harapan yang dapat dikatagorikan sebagai user (penguna) komponen informasi dan finansial, komponen produk dan komponen governance yang menjadi arah orientasi pengembangan perekonomian, khususnya bidang pesisir dan kelautan bagi kabupaten/kota yang memiliki potensi sumber daya tersebut.

Dari ± 805 Km kondisi panjang garis pantai dan kondisi lingkungan pesisir selatan Jawa Barat yang masih relatif lestari, Kabupaten Sukabumi memiliki panjang garis pantai sekitar 117 Km yang ditengarai memiliki potensi pengembangan ekonomi kelautan yang dapat diperbaharui (renewable resources) seperti sumber daya perikanan tangkap, terumbu karang, mangrove, dan biota laut lainnya; juga sumber daya yang tidak terbarukan (unrenewable resources) seperti pasir laut / pasir besi, dan berbagai mineral.

Potensi Sumber Daya Alam (SDA) di bagian selatan wilayah Kabupaten Sukabumi khususnya perikanan tangkap sebagai penggerak perekonomian daerah tidak hanya dilihat dari sisi bagaimana arus barang/produk dan jasa diperdagangkan, namun juga harus dilihat dari termanfaatkannya potensi sumberdaya alam kawasan pantai dan sekitarnya serta pemberdayaan asset yang ada untuk dikembangkan sebagai pendukung suatu kegiatan pengembangan usaha perikanan terpadu (minapolitan) dan dapat menimbulkan multiplier effect bagi kegiatan lain disekitarnya.

Walaupun sektor perikanan dan pendukungnya terus menerus dikembangkan, namun secara keseluruhan sektor ini perlu ditingkatkan perannya terutama bagi pengembangan kegiatan minapolitan lainnya yang lebih aplikatif dan menarik investasi yang berorientasi pada pengembangan skala besar atau modern. Kegiatan investasi pada seluruh sektor untuk wilayah selatan Kabupaten Sukabumi selanjutnya diharapkan dapat menjadi pendorong terjadinya pertumbuhan secara merata pada seluruh sektor, seperti sektor transportasi, industri daerah, perdagangan, jasa dan investasi lainnya yang saling mendukung keberadaan potensi wilayah selatan. Secara teoristis maupun empiris, aktivitas perdagangan dan investasi memperlihatkan peran yang sangat penting sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Dampak/efek ganda (multiplier effect) yang ditimbulkan dari aktivitas tersebut memungkinkan terjadinya dorongan pertumbuhan ekonomi dalam suatu system perekonomian. Aktivitas investasi perdagangan dan investasi bidang lainnya memungkinkan perekonomian menghasilkan output yang banyak, pemanfaatan sumberdaya lokal secara optimal dan terjadinya dinamika dalam proses pertukaran produksi antar daerah maupun lintas sektor.

Untuk itu, keberadaan seluruh potensi yang ada di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi yang didukung kegiatan perikanan dalam arti luas perlu terus dikembangkan agar lebih mampu berdaya guna dan berhasil guna bagi optimalisasi pembangunan sektor pendukung lainnya.

Sebagai gambaran prospek bisnis dan ekonomi kedepan maka perlu disusun suatu dokumen bisnisplan untuk memberikan alternatif jenis-jenis bisnis prospektif yang dapat menumbuhkan kegiatan perekonomian terkait yang terintegrasi dengan aktivitas pembangunan di berbagai bidang dalam arti luas di Kabupaten Sukabumi.


2. MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud

Mengidentifikasi dan menganalisis prospek jenis-jenis kegiatan bisnis dan ekonomi serta fasilitas pelayanan pendukungnya berbasis perikanan tangkap yang memungkinkan untuk dikembangkan pada kawasan penunjang Minapolitan Kabupaten Sukabumi terkait dengan pengembangan pembangunan sektor ekonomi.

Tujuan

Menciptakan skenario tahapan pengembangan rencana bisnis penunjang kawasan minapolitan berbasis perikanan tangkap di wilayah perencanaan.

3. SASARAN

o Mengidentifikasi jenis-jenis kegiatan bisnis dan ekonomi penujang kawasan minapolitan yang berbasis perikanan tangkap yang meliputi :

Ø Penataan kondisi dan potensi sumberdaya alam serta karakteristik geografis wilayah kajian

Ø Inventarisasi kegiatan bisnis dan ekonomi perikanan tangkap yang sudah berjalan dan mendukung kegiatan minapolitan disekitar wilayah kajian.

Ø Inventarisasi fasilitas-fasilitas umum yang ada di wilayah kajian untuk mengoptimalkan fungsinya.

Ø Identifikasi kondisi infrastruktur pendukung kawasan.

o Mengidentifikasi alternatif biaya (cost) dan manfaat (benefit) kegiatan bisnis yang prospektif untuk dikembangkan di dalam kawasan berdasarkan pertimbangan :

Ø Aspek Pasar

Ø Aspek Sosial Budaya

Ø Aspek Teknis

Ø Aspek Pemberdayaan

Ø Aspek Finansial

Ø Aspek Ekonomi

Ø Keberlanjutan.

o Mengidentifikasikan faktor-faktor yang menjadi kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness) dari internal sektor pendukung kawasan menjadi daya dorong atau penghambat.

o Mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi peluang (opportunity) ancaman (threat) eksternal yang menjadi daya dukung atau peghambat pengembangan bisnis dan ekonomi kawasan.

o Melakukan penilaian (evaluasi) prospek bisnis dan ekonomi dari berbagai sudut pandang, seperti aspek pemasaran, aspek sosial budaya, aspek teknis, aspek pemberdayaan, aspek finansial, aspek ekonomi dan tinjauan keberlanjutan.

4. RUANG LINGKUP

a. Lingkup Lokasi

Lingkup Penyusunan “BISNISPLAN KAWASAN PENUNJANG MINAPOLITAN BERBASIS PERIKANAN TANGKAP DI KABUPATEN SUKABUMI” di wilayah Ujung Genteng dan Cisolok yang termasuk dalam kawasan pendukung Minapolitan Induk, Pelabuhanratu: dengan prioritas pengembangan disesesuaikan dengan hasil zonasi yang telah ditetapkan.

b. Lingkup Kegiatan

Ruang lingkup Penyusunan “BISNISPLAN KAWASAN PENUNJANG MINAPOLITAN BERBASIS PERIKANAN TANGKAP DI KABUPATEN SUKABUMI” meliputi :

o Mengidentifikasi jenis-jenis kegiatan bisnis dan ekonomi berbasis perikanan tangkap yang mendukung pengembangan Kawasan Minapolitan

o Menganalisa Potensi, Kelemahan, Peluang dan Ancaman terhadap pengembangan kegiatan bisnis di Kawasan Minapolitan

o Melakukan penilaian (valuation) prospek bisnis berdasarkan pertimbangan aspek pemasaran, sosial budaya, teknis, pemberdayaan, financial, ekonomis dan pertimbangan keberlanjutan

o Menentukan tingkat kelayakan kegiatan bisnis wilayah kajian sebagai penunjang kawasan minapolitan induk (Palabuhanratu)

o Menentukan lokasi kegiatan bisnis penunjang kawasan minapolitan induk (Palabuhanratu) di wilayah kajian.

o Melakukan penyusunan strategi pengembangan bisnis dan investasi di wilayah penunjang kawasan minapolitan.

5. TAHAPAN PELAKSANAAN KEGIATAN

a. Tahap Persiapan, antara lain mencakup :

o Persiapan kelembagaan yang berupa pembentukan tim pelaksana pekerjaan yang terdiri dari team leader yang dibantu oleh beberapa tenaga ahli dan tenaga pendukungnya;

o Persiapan Teknis, berupa konsultasi dengan instansi terkait dalam rangka pengumpulan data/informasi yang dibutuhkan, penyusunan kuisioner dan jadwal pelaksanaan;

o Penyiapan literatur dan dokumen kebijakan yang terkait dengan penyusunan prospek bisnis dan pengembangan ekonomi kawasan.

b. Tahap Pelaksanaan

1. Pengumpulan Data

Survey Primer

:

mengumpulkan data dengan cara observasi langsung dilapangan baik melalui pengambilan gambar, wawancara dan diskusi dengan pihak terkait.

Survey Sekunder

:

mengumpulkan data-data yang diperoleh dari instansi terkait untuk kepentingan penyusunan analisa.

2. Pendahuluan

Dalam Penyusunan BISNISPLAN KAWASAN PENUNJANG MINAPOLITAN BERBASIS PERIKANAN TANGKAP DI KABUPATEN SUKABUMI” perlu memperhatikan beberapa dasar pertimbangan yang akan dipakai sebagai suatu pedoman, yaitu :

o Bisniplan Kawasan Penunjang Minapolitan Berbasis Perikanan Tangkap di Kabupaten Sukabumi merupakan bagian dari perencanaan pembangunan bidang ekonomi, khususnya pengembangan investasi sebagai bagian dari proses komprehensif untuk memperbaiki perekonomian yang telah ada.

o Penyusunan Prospek Bisnis harus sejalan dengan perencanaan pembangunan bidang ekonomi Kabupaten Sukabumi secara keseluruhan dan harus bersifat dinamis yang lengkap serta mudah diimplementasikan.

o Penyusunan Prospek Bisnis haruslah bersifat komprehensif dan koordinatif sehingga tidak bersifat tumpang tindih dengan hasil yang telah dilakukan oleh instansi yang terkait.

3. Proses Analisa

Dalam Penyusunan BISNISPLAN KAWASAN PENUNJANG MINAPOLITAN BERBASIS PERIKANAN TANGKAP DI KABUPATEN SUKABUMI” diperlukan proses analisa yang meninjau beberapa aspek prospek bisnis, seperti pemasaran, teknis, sosial budaya, finansial, ekonomis dan keberlanjutan.

4. Penyusunan Laporan Akhir

Merupakan tindak lanjut dari analisa data yang telah didapat yang didalamnya berisi prospek, arahan kegiatan investasi bisnis, penilaian kelayakan, dan penyusunan strategi pengembangan prospek bisnis di kawasan penunjang minapolitan induk (Pelabuhanratu).

5. Teknik Penyajian Laporan

a. Penyajian Laporan

Pengetikan 1,5 spasi dengan kertas HVS putih dengan ukuran kertas A4, baik pada laporan awal, laporan antara maupun laporan akhir.

b. Jenis Laporan

Laporan Pendahuluan

Sebagai tahap awal dalam pelaksanaan pekerjaan, laporan pendahuluan harus memberikan gambaran pemberi pekerjaan berkaitan dengan konsep dan metode pelaksanaan serta penanganan pekerjaan yang akan dilakukan oleh konsultan. Secara garis besar laporan pendahuluan berisi :

o Tujuan dan Sasaran Kegatan

o Sistematika Pembahasan

o Metodologi yang dipakai

o Tenaga Ahli yang dilibatkan

o Time Schedule

Laporan Antara

Laporan antara menyajikan data hasil pengumpulan dan pengamatan lapangan sebagai dasar untuk penyusunan laporan akhir, yang berisi :

o Garis besar kebijakan perekonomian daerah

o Kebijakan pembangunan sektor ekonomi dan perikanan

o Data sekunder aspek perikanan tangkap dan pasca panen

o Data primer lingkungan kawasan penunjang kegiatan yaitu Ujung Genteng dan Cisolok

Laporan Akhir

Laporan akhir merupakan keseluruhan dokumen hasil kajianBISNISPLAN KAWASAN PENUNJANG MINAPOLITAN BERBASIS PERIKANAN TANGKAP DI KABUPATEN SUKABUMI” yang antara lain berisi hasil analisa dan rekomendasi rencana rindak lanjut yang meliputi :

1) Rekomendasi komprehensif dan operasional dalam rangka pengembangan ekonomi yang prospektif di kawasan penunjang minapolitan induk (Pelabuhanratu).

2) Pola pembiayaan pengembangan bisnis pada wilayah penunjang kawasan minapolitan yang memungkinkan untuk dikembangkan, dengan mempertimbangkan kemampuan sumberdaya alam, sumberdaya manusia, keuangan daerah serta daya dukung sumber pembiayaan lainnya.

6. WAKTU PELAKSANAAN

Dalam Pekerjaan Penyusunan BISNISPLAN KAWASAN PENUNJANG MINAPOLITAN BERBASIS PERIKANAN TANGKAP DI KABUPATEN SUKABUMI” seluruhnya diselesaikan dalam jangka waktu 60 (Enam puluh ) hari kalender terhitung sejak penandatanganan kontrak.

7. SISTEM PELAKSANAAN

A. Kewajiban Pelaksana.

Pelaksana akan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan Penyusunan BISNISPLAN KAWASAN PENUNJANG MINAPOLITAN BERBASIS PERIKANAN TANGKAP DI KABUPATEN SUKABUMI” berdasarkan ketentuan perjanjian kerjasama yang telah ditetapkan sesuai dengan kerangka acuan kerja.

B. Susunan Tenaga Ahli

Pelaksana membentuk Tim untuk Penyusunan BISNISPLAN KAWASAN PENUNJANG MINAPOLITAN BERBASIS PERIKANAN TANGKAP DI KABUPATEN SUKABUMI”secara fungsional dapat langsung berhubungan dengan pemberi tugas untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Tim dimaksud adalah merupakan gabungan dari berbagai keahlian yang meliputi :

1).

Ketua Tim (Team Leader) Ahli Ekonomi. Ketua Tim disyaratkan seorang Sarjana Ekonomi Pendidikan minimal sarjana strata 1 di bidang Ekonomi / Manajemen yang mempunyai pengalaman minimal 10 tahun.

2).

Tenaga Ahli Perikanan; Sarjana strata 1 dibidang ilmu Perikanan dan Kelautan yang memiliki pengalaman minimal 5 tahun.

3).

Tenaga Ahli Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan; Sarjana yang berpendidikan minimal strata 1 dibidang Pengolahan Hasil Perikanan yang memiliki pengalaman minimal 5 tahun.

4).

Tenaga Penunjang ; Tenaga penunjang disesuaikan dengan kebutuhan untuk dapat melaksanakan pekerjaan ini sebaik-baiknya dan tepat waktu.

8. Sumber Pembiayaan

Biaya pekerjaan Penyusunan “BISNISPLAN KAWASAN PENUNJANG MINAPOLITAN BERBASIS PERIKANAN TANGKAP DI KABUPATEN SUKABUMI” berasal dari APBD Kabupaten Sukabumi/ Propinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2011.

9. Penutup

Apabila didalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan ketentuan teknis ini tidak tercantum uraian peraturan dan ketentuan yang sebenarnya termasuk didalam pekerjaan konsultan maka semua pekerjaan dan peraturan tersebut harus dilaksanakan agar tercapai penyelesaian pekerjaan yang diharapkan serta memuaskan keduabelah pihak. Demikian KAK dan ketentuan teknis ini dibuat dengan harapan agar pekerjaan dapat berjalan lancar dan baik serta digunakan sebagaimana mestinya.



No comments:

Post a Comment